d052102450c4293acc3a3da7aff8b82e
d052102450c4293acc3a3da7aff8b82e

Cara Memasang Keran Air yang Benar

cara memasang keran air

Keran air yang bocor setelah dipasang biasanya bukan karena kerannya rusak. Masalahnya sering muncul karena ulir tidak rapat, seal tape kurang tepat, sambungan terlalu longgar, atau keran dipaksa terlalu kencang saat pemasangan. Karena itu, cara memasang keran air perlu dilakukan dengan urutan yang benar agar sambungan kuat, tidak merembes, dan keran tetap mudah digunakan.

Pemasangan keran sebenarnya dapat dilakukan sendiri selama kondisi pipa sudah siap dan ukuran sambungannya sesuai. Namun, sebelum mulai, pastikan jenis keran, ukuran ulir, dan tipe instalasi yang digunakan memang kompatibel.

Cara Memasang Keran Air

1. Matikan Aliran Air

Langkah pertama adalah menghentikan aliran air menuju titik pemasangan. Jika tersedia stop kran atau katup utama, tutup terlebih dahulu.

B2C ad

Setelah itu, buka keran terdekat untuk memastikan tekanan air di dalam pipa sudah berkurang. Langkah ini penting karena memasang keran ketika pipa masih bertekanan dapat membuat air keluar saat sambungan dibuka.

Jika keran yang diganti merupakan bagian dari instalasi pompa air, matikan pompa terlebih dahulu sebelum melakukan pekerjaan.

2. Lepaskan Keran Lama

Jika Anda mengganti keran lama, lepaskan keran menggunakan kunci yang sesuai. Putar berlawanan arah jarum jam secara perlahan.

Jangan langsung memberikan tenaga besar apabila keran sulit dilepas. Sambungan yang sudah lama dapat mengalami korosi atau tertutup kerak sehingga membutuhkan tenaga lebih besar.

Setelah keran terlepas, periksa kondisi ulir pada fitting. Jika ulir sudah aus, retak, atau rusak, mengganti keran saja mungkin tidak menyelesaikan masalah kebocoran.

Baca juga : Cara Membersihkan Impeller Pompa Air agar Debit Air Kembali Kencang

3. Bersihkan Ulir Sambungan

Bersihkan ulir tempat keran akan dipasang dari sisa seal tape, kotoran, kerak, atau material lain.

Bagian ini sering disepelekan. Padahal, kotoran yang tertinggal pada ulir dapat membuat posisi keran tidak rapat. Seal tape juga bisa menumpuk tidak merata sehingga sambungan terlihat terpasang tetapi masih mengalami rembesan.

Setelah dibersihkan, lap sambungan hingga kering.

4. Periksa Ukuran dan Jenis Ulir

Sebelum memasang seal tape, pastikan ukuran ulir keran sesuai dengan fitting. Keran yang terlalu besar atau kecil tidak boleh dipaksakan.

Perhatikan juga jenis sambungan. Sebagian keran memiliki ulir luar pada bagian yang masuk ke fitting, sedangkan jenis tertentu menggunakan mekanisme sambungan yang berbeda.

Jika ukuran tidak cocok, gunakan fitting adaptor yang memang dirancang untuk menghubungkan kedua ukuran tersebut. Jangan mengandalkan seal tape untuk mengatasi perbedaan ukuran ulir yang terlalu jauh.

5. Lilitkan Seal Tape pada Ulir

Seal tape digunakan untuk membantu membuat sambungan ulir lebih kedap terhadap air. Lilitkan tape pada bagian ulir yang akan masuk ke fitting.

Arah lilitan harus mengikuti arah pengencangan keran. Dengan begitu, seal tape tidak mudah terlepas atau menggulung ketika keran diputar masuk.

Lilitkan secara merata dari bagian ujung ulir menuju bagian pangkal. Jangan menutup bagian ujung lubang keran dengan seal tape karena material dapat masuk ke jalur air.

Jumlah lilitan tidak harus sebanyak mungkin. Terlalu banyak seal tape justru dapat membuat keran sulit masuk dan berpotensi menyebabkan posisi keran tidak sesuai.

6. Pasang Keran dengan Tangan

Masukkan ulir keran ke fitting dan putar menggunakan tangan terlebih dahulu.

Tahap ini bertujuan memastikan ulir masuk dengan benar. Jika sejak awal terasa seret, miring, atau tidak bisa diputar beberapa putaran, lepaskan dan periksa kembali.

Jangan langsung menggunakan kunci karena ulir yang dipasang miring dapat mengalami cross-threading atau kerusakan ulir.

Putar keran sampai terasa cukup rapat dan posisinya mendekati posisi akhir yang diinginkan.

Baca juga : Jenis Pompa dan Fungsinya

7. Kencangkan dengan Kunci

Setelah keran terpasang menggunakan tangan, gunakan kunci untuk mengencangkannya secara perlahan.

Tidak perlu memberikan tekanan berlebihan. Tujuannya bukan membuat keran sekencang mungkin, melainkan menghasilkan sambungan yang cukup rapat tanpa merusak ulir.

Jika keran harus berhenti pada posisi tertentu agar moncong mengarah ke bawah atau ke arah yang diinginkan, lakukan pengencangan secara bertahap.

Hindari kebiasaan mengendurkan kembali keran setelah sudah dikencangkan hanya untuk mengubah posisinya. Jika posisi tidak sesuai, lebih baik lepaskan dan periksa kembali pemasangan seal tape.

8. Buka Aliran Air Secara Perlahan

Setelah keran terpasang, buka stop kran secara perlahan. Jangan langsung membuka aliran secara penuh.

Amati bagian sambungan antara keran dan fitting. Perhatikan apakah terdapat tetesan atau rembesan air.

Jika sambungan tetap kering, buka keran dan periksa aliran airnya. Pastikan tidak ada kebocoran ketika keran berada dalam kondisi terbuka maupun tertutup.

9. Periksa Kebocoran

Pemeriksaan terakhir penting dilakukan beberapa menit setelah pemasangan.

Keringkan sambungan menggunakan kain, kemudian amati kembali. Kebocoran kecil terkadang tidak langsung terlihat ketika tekanan air baru dibuka.

Jika muncul rembesan dari ulir, tutup kembali aliran air dan lakukan pemasangan ulang. Jangan hanya menambahkan seal tape dari bagian luar karena cara tersebut biasanya tidak menyelesaikan sumber kebocoran.

Baca juga : Cara Memancing Pompa Air yang Benar

Cara Memasang Keran Air agar Tidak Bocor

Kunci utama agar keran tidak bocor bukan sekadar menggunakan banyak seal tape. Ada beberapa hal yang lebih penting.

Pertama, ukuran ulir harus sesuai. Kedua, ulir harus bersih dan tidak rusak. Ketiga, seal tape harus dililitkan mengikuti arah pengencangan. Keempat, keran harus masuk lurus sebelum dikencangkan menggunakan kunci.

Selain itu, jangan mengencangkan sambungan secara berlebihan. Ulir yang rusak justru dapat membuat sambungan semakin sulit dibuat kedap.

Jika kebocoran berasal dari bagian dalam mekanisme keran, penambahan seal tape pada ulir tidak akan menyelesaikan masalah. Pada kondisi tersebut, komponen internal atau kerannya mungkin perlu diperbaiki atau diganti.

Kapan Sebaiknya Mengganti Keran Air?

Keran sebaiknya diganti apabila terdapat retakan pada bodi, ulir rusak, mekanisme buka-tutup tidak lagi bekerja dengan baik, atau kebocoran berasal dari bagian internal yang tidak ekonomis untuk diperbaiki.

Jika hanya terjadi kebocoran pada sambungan ulir, keran belum tentu perlu diganti. Anda dapat membongkar sambungan, membersihkan ulir, memasang seal tape dengan benar, kemudian memasangnya kembali.

Untuk instalasi yang digunakan terus-menerus, pilih keran berdasarkan tekanan dan kebutuhan penggunaan, bukan hanya berdasarkan harga paling murah.

B2B ad
Artikel Terkait