Cara baca jangka sorong dilakukan dengan menjumlahkan dua nilai utama, yaitu skala utama dan skala nonius. Pertama, baca angka pada skala utama yang berada tepat sebelum garis nol pada skala nonius. Kedua, cari garis pada skala nonius yang sejajar dengan garis pada skala utama. Nilai dari kedua skala tersebut kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan hasil pengukuran yang presisi.
Jangka sorong adalah alat ukur presisi yang sering digunakan dalam bengkel, industri manufaktur, hingga laboratorium teknik. Alat ini mampu mengukur diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman benda dengan tingkat ketelitian yang jauh lebih tinggi dibanding penggaris biasa.
Namun, banyak pengguna pemula mengalami kesulitan saat membaca hasil pengukuran. Hal ini biasanya terjadi karena belum memahami peran dua komponen utama pada jangka sorong, yaitu skala utama dan skala nonius.
Skala Utama dan Skala Nonius pada Jangka Sorong
Skala utama terletak pada bagian batang jangka sorong dan biasanya memiliki satuan milimeter atau inci. Skala ini memberikan nilai dasar dari pengukuran.
Sementara itu, skala nonius berada pada bagian geser alat dan berfungsi untuk membaca pecahan milimeter dengan ketelitian tinggi. Kombinasi kedua skala inilah yang membuat jangka sorong mampu memberikan hasil pengukuran yang lebih akurat.
Sebagai contoh, jika skala utama menunjukkan angka 12 mm dan garis nonius yang sejajar menunjukkan 0,3 mm, maka hasil pengukurannya adalah 12,3 mm.
Mengetahui cara membaca dua skala ini adalah kunci utama agar pengukuran tidak salah.
Baca juga : Fungsi Bor Magnet dan Penggunaanya
Cara Membaca Jangka Sorong
Agar hasil pengukuran akurat, ikuti langkah berikut.
1. Pastikan Alat dalam Posisi Nol
Sebelum digunakan, tutup rahang jangka sorong dan periksa apakah angka nol pada skala utama dan skala nonius sejajar. Jika tidak sejajar, kemungkinan alat membutuhkan kalibrasi.
2. Jepit Benda yang Akan Diukur
Letakkan benda di antara rahang jangka sorong, lalu geser hingga benda terjepit dengan stabil. Pastikan tidak terlalu longgar atau terlalu ditekan.
3. Baca Skala Utama
Perhatikan angka pada skala utama yang berada tepat sebelum garis nol pada skala nonius. Angka ini merupakan nilai dasar pengukuran.
4. Baca Skala Nonius
Cari garis pada skala nonius yang sejajar sempurna dengan salah satu garis pada skala utama. Nilai garis tersebut biasanya menunjukkan pecahan milimeter.
5. Jumlahkan Kedua Nilai
Tambahkan nilai dari skala utama dan skala nonius untuk mendapatkan hasil pengukuran akhir.
Sebagai contoh:
- Skala utama: 25 mm
- Skala nonius: 0,4 mm
Hasil pengukuran: 25,4 mm
Baca juga : Lebih Awet, Ini Keunggulan Motor Brushless
Tips Agar Pembacaan Jangka Sorong Lebih Akurat
Akurasi pengukuran tidak hanya bergantung pada alat, tetapi juga cara penggunaannya.
Pertama, pastikan permukaan benda dan rahang jangka sorong bersih dari debu atau serpihan logam. Kotoran kecil dapat memengaruhi hasil pengukuran.
Kedua, posisikan mata sejajar dengan skala saat membaca angka. Jika melihat dari sudut miring, hasil pembacaan bisa mengalami kesalahan yang disebut parallax error.
Ketiga, gunakan tekanan yang konsisten saat menjepit benda. Tekanan terlalu kuat dapat mengubah ukuran benda, terutama pada material lunak seperti plastik atau aluminium tipis.
Terakhir, lakukan pengukuran lebih dari sekali jika hasil sangat penting. Pengukuran ulang membantu memastikan konsistensi hasil.





