Mata bor yang mulai tumpul biasanya ditandai dengan proses pengeboran yang semakin lambat, mata bor cepat panas, dan hasil lubang yang kurang rapi. Jika terus digunakan, mata bor membutuhkan tekanan lebih besar untuk menembus material sehingga risiko patah atau kerusakan pada benda kerja ikut meningkat.
Mata bor yang tumpul sebenarnya tidak selalu harus langsung dibuang. Untuk jenis mata bor tertentu, terutama mata bor besi atau twist drill berbahan HSS, ketajamannya dapat dikembalikan dengan cara mengasah bagian ujungnya menggunakan gerinda. Namun, pengasahan tidak boleh dilakukan asal mengikis ujung mata bor. Sudut potong dan bentuk kedua sisi mata bor harus tetap seimbang agar hasil pengeboran kembali optimal.
Artikel ini membahas cara mengasah mata bor secara manual, mulai dari mengenali mata bor yang perlu diasah, alat yang dibutuhkan, teknik pengasahan, hingga cara memeriksa hasilnya.
Kapan Mata Bor Perlu Diasah?
Tidak semua mata bor yang terlihat kurang tajam harus langsung diasah. Ada beberapa tanda yang dapat dijadikan acuan.
Saat digunakan untuk mengebor, mata bor yang masih tajam biasanya dapat memotong material dengan relatif mudah dan menghasilkan geram secara konsisten. Sebaliknya, mata bor yang tumpul cenderung membutuhkan tekanan lebih besar dan menghasilkan panas berlebihan.
Perhatikan juga ujung mata bor. Jika bagian cutting edge terlihat membulat, aus, atau terdapat perubahan bentuk pada kedua sisi ujungnya, kemungkinan besar mata bor sudah membutuhkan pengasahan.
Mata bor yang mengalami kerusakan berat seperti ujung patah, retak, atau tergerus tidak merata sebaiknya tidak dipaksakan untuk diasah secara manual. Dalam kondisi tersebut, penggantian mata bor sering kali lebih aman dan praktis.Alat yang Dibutuhkan untuk Mengasah Mata Bor
Pengasahan sederhana dapat dilakukan menggunakan gerinda duduk atau bench grinder. Gerinda tangan sebenarnya dapat digunakan dalam kondisi tertentu, tetapi bench grinder lebih mudah dikendalikan karena posisi batu gerinda relatif stabil.
Selain gerinda, siapkan wadah berisi air untuk membantu mendinginkan mata bor selama proses pengasahan. Anda juga membutuhkan kain lap dan, jika tersedia, alat bantu pengasah mata bor agar sudut pengasahan lebih konsisten.
Gunakan kacamata keselamatan selama proses pengasahan. Percikan kecil dari proses penggerindaan dan serpihan abrasif dapat mengenai mata.
Jika menggunakan bench grinder, pastikan pelindung mesin terpasang dan posisi tool rest cukup dekat dengan batu gerinda. Jangan melakukan pengasahan dengan posisi tangan yang tidak stabil atau terlalu dekat dengan bagian batu gerinda yang berputar.
Cara Mengasah Mata Bor dengan Gerinda
1. Bersihkan mata bor terlebih dahulu
Sebelum diasah, bersihkan mata bor dari oli, debu, karat ringan, atau sisa material yang menempel. Permukaan yang bersih membuat kondisi cutting edge lebih mudah diperiksa.
Perhatikan kedua sisi ujung mata bor. Pada mata bor twist drill, kedua sisi cutting edge harus memiliki bentuk yang relatif simetris.
Jika hanya satu sisi yang aus, jangan langsung mengikis sisi lainnya secara berlebihan. Tujuannya bukan membuat ujung mata bor sekadar terlihat tajam, tetapi mengembalikan geometri pemotongannya.
2. Nyalakan gerinda dan biarkan mencapai putaran kerja
Nyalakan gerinda sebelum mendekatkan mata bor ke batu gerinda. Pegang mata bor dengan kedua tangan agar posisi lebih stabil.
Untuk pemula, jangan langsung memberikan tekanan kuat. Sentuhkan mata bor secara perlahan ke batu gerinda dan lakukan pengikisan sedikit demi sedikit.
Tekanan berlebihan dapat membuat ujung mata bor cepat panas dan material HSS kehilangan sifat kekerasannya akibat panas berlebih.
3. Posisikan mata bor dengan sudut yang tepat
Ini merupakan bagian paling penting dalam cara mengasah mata bor.
Pada mata bor twist drill untuk pengeboran umum, sudut ujung atau point angle yang sering digunakan adalah sekitar 118°. Artinya, masing-masing sisi cutting edge membentuk sekitar 59° terhadap sumbu mata bor.
Namun, jangan terpaku pada satu angka untuk semua kebutuhan. Mata bor untuk material tertentu dapat menggunakan geometri yang berbeda.
Yang lebih penting saat melakukan pengasahan manual adalah mempertahankan bentuk ujung mata bor seperti semula dan memastikan kedua sisi tetap simetris.
Posisikan salah satu cutting edge menghadap batu gerinda, kemudian sentuhkan secara perlahan. Jangan mencoba mengasah seluruh ujung sekaligus dengan gerakan kasar.
4. Gerakkan mata bor secara perlahan
Saat ujung mata bor menyentuh batu gerinda, lakukan gerakan kecil dan terkontrol untuk membentuk kembali permukaan belakang cutting edge.
Mata bor tidak cukup hanya ditempelkan lurus ke batu gerinda. Bagian ujungnya perlu dibentuk agar terdapat clearance atau relief di belakang cutting edge. Clearance ini memungkinkan cutting edge menyentuh material terlebih dahulu ketika mata bor digunakan untuk mengebor.
Jika bagian belakang cutting edge ikut berada pada bidang yang sama atau lebih tinggi, mata bor dapat sulit melakukan pemotongan.
Untuk mendapatkan bentuk yang benar, lakukan pengikisan sedikit demi sedikit sambil terus memeriksa ujung mata bor.
5. Dinginkan mata bor secara berkala
Jangan membiarkan mata bor terlalu panas selama proses pengasahan.
Setelah melakukan beberapa sentuhan singkat pada batu gerinda, jauhkan mata bor dan dinginkan menggunakan air. Proses ini membantu mengendalikan temperatur pada ujung mata bor.
Hindari menggerinda mata bor dalam waktu lama tanpa jeda. Warna permukaan yang berubah akibat panas merupakan tanda bahwa temperatur sudah terlalu tinggi.
Namun, pendinginan juga harus dilakukan dengan cara yang wajar. Jangan menjadikan proses pengasahan agresif lalu mengandalkan air untuk memperbaiki panas berlebih. Lebih baik mencegah panas sejak awal dengan pengikisan ringan dan bertahap.
6. Ulangi pada sisi lainnya
Setelah satu sisi terbentuk, lakukan proses yang sama pada sisi satunya.
Usahakan jumlah pengikisan kedua sisi relatif seimbang. Jika salah satu sisi jauh lebih panjang atau lebih tinggi daripada sisi lainnya, titik pusat mata bor dapat bergeser.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan mata bor tidak bekerja secara simetris. Selain hasil lubang yang kurang baik, mata bor juga dapat menghasilkan getaran dan beban pemotongan yang tidak merata.
Karena itu, setelah beberapa kali menggerinda, berhenti sejenak dan bandingkan kedua sisi secara visual.
Baca juga : Cara Mengganti Mata Bor dengan Benar dan Aman
7. Periksa ujung dan sudut mata bor
Setelah kedua sisi diasah, periksa ujung mata bor dari arah depan.
Kedua cutting edge seharusnya terlihat relatif simetris dan bertemu pada titik pusat. Bagian ujung juga tidak boleh memiliki bentuk yang terlalu miring.
Periksa pula clearance di belakang cutting edge. Jika bentuknya masih terlalu datar, mata bor kemungkinan belum dapat memotong dengan optimal.
Untuk pekerjaan presisi, pemeriksaan menggunakan alat bantu pengukur sudut atau drill bit sharpening gauge akan lebih baik daripada hanya mengandalkan mata.
Bagaimana Mengetahui Mata Bor Sudah Tajam?
Mata bor yang sudah diasah dengan benar bukan hanya terlihat runcing.
Saat diuji, mata bor seharusnya mampu menghasilkan geram dengan baik tanpa membutuhkan tekanan berlebihan. Kedua cutting edge juga harus bekerja secara seimbang.
Jika mata bor langsung menghasilkan panas berlebihan, bergetar, atau cenderung berjalan tidak stabil ketika mulai membuat lubang, kemungkinan geometri ujungnya masih belum tepat.
Untuk pengujian, gunakan material yang sesuai dengan jenis mata bor dan jangan langsung memberikan tekanan besar. Mulailah secara perlahan sambil mengamati hasil pemotongan.
Baca juga : 7 Jenis Bor dan Fungsinya: Panduan Lengkap agar Tidak Salah Beli
Tips Agar Mata Bor Tidak Cepat Tumpul
Pengasahan hanya menyelesaikan masalah mata bor yang sudah tumpul. Agar frekuensi pengasahan tidak terlalu sering, penggunaan mata bor juga harus diperhatikan.
Gunakan jenis mata bor yang sesuai dengan material. Mata bor untuk besi tidak otomatis cocok digunakan pada beton atau material lainnya. Untuk beton, misalnya, digunakan mata bor dengan konstruksi dan ujung yang memang dirancang untuk material mineral.
Kecepatan putaran juga harus disesuaikan dengan diameter mata bor dan material yang dikerjakan. Mata bor berdiameter kecil umumnya dapat bekerja pada putaran lebih tinggi dibandingkan mata bor berdiameter besar.
Jangan memberikan tekanan berlebihan. Tekanan yang terlalu besar tidak selalu membuat pengeboran lebih cepat dan justru dapat meningkatkan temperatur serta mempercepat keausan.
Simpan mata bor dengan rapi setelah digunakan. Jangan membiarkannya bercampur dengan benda logam lain yang dapat menyebabkan cutting edge terbentur atau rusak.
Baca juga : Bagian Bagian Mesin Bor dan Fungsinya
Kapan Sebaiknya Mata Bor Tidak Diasah Lagi?
Mengasah mata bor memang dapat menghemat biaya, tetapi tidak semua mata bor layak diasah berkali-kali.
Jika diameter mata bor sudah banyak berkurang, ujungnya patah, terdapat retakan, atau bentuk flute sudah mengalami kerusakan, penggantian biasanya menjadi pilihan yang lebih masuk akal.
Begitu pula jika pekerjaan membutuhkan presisi tinggi tetapi hasil pengasahan manual tidak mampu mempertahankan geometri mata bor. Dalam kondisi seperti ini, mata bor baru dengan spesifikasi yang tepat akan memberikan hasil lebih konsisten.
Untuk memahami lebih lanjut mengenai perawatan peralatan pengeboran, Anda juga dapat menghubungkan artikel ini dengan cara merawat bor.
Baca juga : Mengenal Bor Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Perawatan
FAQ
Apakah semua mata bor bisa diasah?
Tidak. Mata bor berbahan HSS seperti twist drill umumnya dapat diasah kembali. Namun, mata bor dengan ujung khusus, coating tertentu, atau kerusakan berat membutuhkan metode pengasahan yang berbeda atau lebih baik diganti.
Berapa derajat untuk mengasah mata bor?
Untuk mata bor twist drill yang digunakan pada pekerjaan umum, sudut ujung sekitar 118° merupakan salah satu geometri yang umum. Namun, sudut ideal bergantung pada jenis material dan desain mata bor.
Bisa mengasah mata bor menggunakan gerinda tangan?
Bisa, tetapi tingkat kesulitannya lebih tinggi karena gerinda tangan tidak memberikan bidang pengasahan yang sestabil bench grinder. Untuk pemula, gerinda duduk biasanya lebih mudah dikontrol.
Kenapa mata bor cepat panas setelah diasah?
Salah satu penyebabnya adalah clearance yang tidak tepat, geometri cutting edge yang tidak seimbang, atau kondisi mata bor memang sudah terlalu aus. Penggunaan kecepatan putaran yang terlalu tinggi juga dapat meningkatkan panas saat pengeboran.
Apakah mata bor yang tumpul harus langsung dibuang?
Tidak selalu. Jika kondisi mata bor masih baik dan hanya cutting edge yang tumpul, mata bor dapat diasah kembali. Tetapi jika sudah retak, patah, atau mengalami deformasi berat, menggantinya lebih aman.







