Memilih jenis mata bor yang tepat sering kali menjadi tantangan tersendiri, baik bagi pengguna rumahan (Do-It-Yourself) maupun pekerja teknis di bengkel dan proyek konstruksi. Banyak orang menganggap semua mata bor memiliki fungsi yang sama karena bentuknya yang sekilas mirip. Padahal, setiap tipe mata bor dirancang khusus dengan sudut kemiringan, baji, dan material pembuat yang berbeda untuk disesuaikan dengan karakteristik objek kerja.
Penggunaan mata bor yang tidak sesuai, seperti mengebor pelat baja menggunakan mata bor kayu, dapat menyebabkan hasil pengeboran tidak rapi, material terkelupas, mata bor cepat tumpul patah, bahkan berisiko merusak motor mesin bor Anda.
Oleh karena itu, memahami jenis jenis mata bor, fungsi, dan ukurannya merupakan pengetahuan dasar yang wajib Anda kuasai sebelum melakukan proses pengeboran. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
Apa Itu Mata Bor?
Secara teknis, mata bor (drill bit) adalah alat potong silindris berputar yang memiliki alur heliks untuk mengikis material dan membuang sisa serpihan (chip) keluar dari lubang. Ketajaman dan daya tahan mata bor sangat bergantung pada material logam penyusunnya:
- High Speed Steel (HSS): Baja karbon tinggi yang dicampur dengan kromium dan vanadium. Sangat populer untuk penggunaan standar sehari-hari.
- Cobalt (HSS-Co): Mengandung campuran kobalt 5-8. Sangat keras dan tahan terhadap suhu panas ekstrem akibat gesekan.
- Carbide (Tungsten Carbide): Jauh lebih keras daripada HSS, mampu mempertahankan ketajaman dalam jangka waktu lama, namun cenderung lebih getas jika terkena benturan lateral.
- Diamond Tip: Lapisan serbuk intan sintetis di bagian ujung untuk memotong material dengan tingkat kekerasan tertinggi di bumi.
10 Jenis Jenis Mata Bor Beserta Fungsi Spesifiknya
Berikut adalah jenis-jenis mata bor yang paling umum digunakan dalam dunia pertukangan dan industri fabrikasi:
1. Mata Bor HSS (Twist Drill Bit)
Ini adalah jenis mata bor silinder standar yang paling banyak dimiliki oleh pengguna rumahan. Alur spiralnya berfungsi mengikis sekaligus menyalurkan serpihan material keluar.
Mata bor HSS berfungsi Mengebor pelat besi tipis, aluminium, kuningan, plastik (akrilik), dan kayu keras skala ringan.
2. Mata Bor HSS Cobalt
Memiliki warna bodi yang cenderung lebih gelap atau kecokelatan dibanding HSS biasa. Berkat kandungan kobaltnya, mata bor ini tidak mudah tumpul meskipun dipaksa mengebor logam dalam waktu lama tanpa cairan pendingin.
Berfungsi untuk mengebor material logam keras berkepadatan tinggi seperti stainless steel, baja karbon, besi tuang (cast iron), dan titanium.
3. Mata Bor Beton (Masonry Drill Bit)
Ciri khas utama mata bor beton adalah adanya pahatan berbentuk pipih dan melebar berbahan tungsten carbide di ujung tombaknya. Mata bor ini tidak dirancang untuk memotong secara tajam, melainkan untuk menghancurkan material batu lewat hantaman konstan.
Fungsi mata bor beton yakni mengebor dinding bata merah, batako, semen cor beton, dan batu alam. Wajib dioperasikan menggunakan mode Impact Drill atau Rotary Hammer.
4. Mata Bor Kayu Standard (Brad Point Bit)
Mata bor ini memiliki ujung tengah yang sangat runcing menyerupai jarum (center point) didampingi oleh dua sayap pemotong di sisi kanan dan kirinya. Ujung runcing tersebut berfungsi sebagai pemandu agar mata bor tidak bergeser atau meleset saat pertama kali berputar.
Fungsi mata bor kayu antara lain membuat lubang bulat presisi pada kayu solid, multipleks, kayu MDF, dan particle board.
5. Mata Bor Forstner (Forstner Bit)
Mata bor berbentuk silinder cekung melebar yang berfungsi untuk membuat lubang tembus maupun lubang kantong datar (tidak tembus) berdiameter besar pada kayu. Hasil sayatannya sangat halus dan rapi di area tepi.
Mata bor forstner berfungsi untuk pemasangan engsel sendok pada pintu kabinet dapur, furnitur minimalis, dan proyek woodworking profesional.
6. Mata Bor Hole Saw (Gergaji Lubang)
Berbentuk mangkuk silinder dengan mata gergaji tajam di sekeliling diameternya serta dilengkapi mata bor pemandu di bagian tengah. Tersedia dalam varian khusus untuk material kayu maupun logam tebal.
Fungsi mata bor hole saw yakni membuat lubang berdiameter besar untuk jalur pipa paralon PVC, pemasangan lampu downlight plafon, atau jalur kabel meja kantor.
7. Mata Bor Step Drill (Mata Bor Bertingkat)
Mata bor berbentuk kerucut spiral dengan diameter yang bertingkat dari ukuran kecil hingga besar dalam satu batang. Alat ini sangat praktis karena Anda tidak perlu berulang kali mengganti mata bor untuk menghasilkan diameter lubang yang berbeda.
Fungsi mata bor kaca dan keramik antara lain mengebor pelat besi tipis, seng, aluminium, dan bodi panel listrik akrilik.
8. Mata Bor Kaca dan Keramik (Spear Point Bit)
Memiliki ujung mata potong berbentuk segitiga runcing menyerupai mata tombak. Desain ini dirancang khusus untuk mengikis glasir material rapuh secara perlahan tanpa menimbulkan efek kejut getaran yang luas.
Mata bor kaca dan keramik berfungsi untuk mengebor kaca, cermin tebal, ubin porselen, dan keramik dinding kamar mandi.
9. Mata Bor Auger (Auger Bit)
Memiliki ulir spiral tunggal yang sangat lebar dan dalam (flute lebar) dengan ujung sekrup penarik otomatis (screw tip). Desainnya yang kokoh memungkinkan pembuangan serbuk kayu berjalan lancar tanpa menyumbat jalurnya bor.
Fungsi mata bor auger yakni membuat lubang yang sangat dalam dan tembus pada balok kayu tebal struktural atau tiang kayu bantalan rel.
10. Mata Bor Diamond (Diamond Core Drill Bit)
Mata bor berbentuk tabung silinder berlubang dengan ujung yang dilapisi serbuk intan kasar. Alat ini bekerja dengan prinsip abrasi (mengikis ekstrem) dengan bantuan air sebagai pendingin wajib.
Fungsi utama mata bor diamond antara lain mengebor lubang pada batuan granit, ubin marmer mewah, keramik premium homogenic, dan batu alam keras lainnya.
Hubungan Jenis Mata Bor dan Karakteristik Material
| Jenis Mata Bor | Target Material Utama | Karakteristik Ujung | Mode Mesin Bor Terbaik |
| HSS Twist | Besi, Aluminium, Plastik | Sudut runcing biasa | Rotary Only (Putar Biasa) |
| HSS Cobalt | Stainless Steel, Baja | Sangat keras, tahan panas | Rotary Only (Kecepatan Rendah) |
| Masonry Bit | Beton, Tembok, Bata | Pipih melebar (Carbide) | Impact / Hammer Mode |
| Brad Point | Kayu, Multipleks, MDF | Ada jarum penahan tengah | Rotary Only (Kecepatan Tinggi) |
| Spear Point | Kaca, Ubin Keramik | Berbentuk mata tombak | Rotary Only (RPM Rendah + Air) |
| Diamond Core | Granit, Marmer Premium | Tabung berlapis intan | Rotary Only (Wajib Media Air) |
Panduan Ukuran Mata Bor dan Penggunaannya
Ukuran mata bor umumnya dinyatakan berdasarkan diameter batangnya menggunakan satuan Milimeter (mm) atau Inci (inch). Berikut adalah pengelompokan diameter ukuran mata bor yang paling sering digunakan dalam proyek harian:
Mata bor ukuran 1-3mm
Digunakan untuk pengeboran papan sirkuit elektronik (PCB), pembuatan kerajinan tangan, perhiasan, atau membuat lubang awal (pilot hole) sekrup mikro.
Mata bor ukuran 4-6mm:
Sangat sering digunakan untuk membuat lubang paku dinding, pemasangan baut-baut kecil, atau menanam fisher plastik ukuran S5/S6 di tembok rumah.
Mata bor ukuran 6-8mm
Ukuran standar untuk pemasangan dekorasi dinding, bracket TV, gantungan baju, atau jangkar dinding medium.
Mata bor ukuran 8-10mm
Digunakan untuk instalasi angkur ringan, pemasangan dynabolt kecil, dan perakitan konstruksi kanopi baja ringan.
Mata bor ukuran 10-12mm
Umum diaplikasikan pada pekerjaan konstruksi sipil, pengeboran sasis otomotif, atau dudukan baut mesin berat.
Ukuran 12-16mm (ke atas)
Digunakan untuk jalur pipa air kran, instalasi kelistrikan utama gedung, dan proyek manufaktur berskala besar.
FAQ
Apakah mata bor beton bisa digunakan untuk melubangi plat besi?
Sangat tidak bisa. Ujung mata bor beton terbuat dari material karbida pipih tumpul yang bekerja menghancurkan beton lewat hantaman pukulan. Jika digunakan pada besi, mata bor tersebut tidak akan mampu menyayat besi melainkan hanya berputar di tempat, memicu panas, dan merusak mesin bor Anda.
Bagaimana cara mengetahui ukuran diameter suatu mata bor jika tulisannya sudah terhapus?
Cara paling akurat adalah dengan mengukur bagian badan pisau spiral menggunakan alat ukur presisi bernama Jangka Sorong (Vernier Caliper) atau Mikrometer Sekrup.







