d052102450c4293acc3a3da7aff8b82e
d052102450c4293acc3a3da7aff8b82e

Cara Memilih Kawat Las yang Tepat untuk Besi

Cara Memilih Kawat Las yang Tepat untuk Besi

Memilih kawat las untuk besi tidak boleh hanya berdasarkan harga atau merek. Jenis besi, ketebalan material, hingga mesin las yang digunakan akan menentukan apakah sambungan las kuat atau justru mudah retak.

Secara umum, kawat las E6013 merupakan pilihan terbaik untuk besi karbon rendah seperti besi hollow, plat hitam, dan rangka pagar karena mudah digunakan serta menghasilkan busur yang stabil. Sementara itu, untuk struktur yang menerima beban berat biasanya digunakan E7018 yang memiliki kekuatan tarik lebih tinggi.

Dengan memahami karakteristik material yang akan dilas, Anda dapat memilih elektroda yang tepat sehingga hasil las lebih kuat, rapi, dan minim cacat.

tokojpt

1. Kenali Jenis Besi yang Akan Dilas

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah jenis materialnya.

Karena setiap jenis besi memiliki karakteristik yang berbeda, kebutuhan elektroda pun tidak sama.

Jenis BesiRekomendasi Kawat Las
Besi hollowE6013
Plat hitamE6013
Baja karbon rendahE6013
Baja karbon sedangE7018
Baja strukturalE7018
Besi galvanisE6013 (lapisan galvanis dibersihkan terlebih dahulu)

Untuk sebagian besar pekerjaan rumah, pagar, kanopi, rak besi, dan rangka ringan, elektroda E6013 sudah lebih dari cukup.

Sedangkan untuk konstruksi yang menahan beban atau menerima getaran tinggi, elektroda E7018 lebih direkomendasikan karena menghasilkan sambungan yang lebih kuat.

Baca juga : 10 Jenis Cacat Las dan Cara Mengatasinya

2. Sesuaikan Diameter Kawat Las dengan Ketebalan Besi

Diameter kawat las sangat mempengaruhi panas, penetrasi, dan kontrol pengelasan. Prinsip dasarnya, ukuran kawat las harus disesuaikan dengan ketebalan besi agar hasil las tidak bolong namun tetap kuat secara struktur.

Untuk pekerjaan ringan, ukuran kawat las untuk besi tipis sebaiknya menggunakan diameter kecil agar panas tidak berlebihan. Besi tipis, termasuk besi hollow tipis, tidak mampu menahan panas tinggi sehingga memerlukan kawat yang lebih kecil dan mudah dikontrol.

Sebaliknya, ukuran kawat las untuk besi tebal harus lebih besar karena material tebal menyerap panas lebih banyak dan membutuhkan penetrasi yang cukup dalam agar sambungan benar-benar menyatu.

Contoh:

  • Plat 1–2 mm → kawat Ø 2.0 – 2.6 mm
  • Plat 3–5 mm → kawat Ø 2.6 – 3.2 mm
  • Plat > 6 mm → kawat Ø 3.2 – 4.0 mm

Jika kawat terlalu besar, besi tipis bolong, percikan berlebihan dan sulit dikontrol, jika kawat terlalu kecil, sambungan tampak rapi tapi tidak tembus dan kekuatan las rendah.

Baca juga : Keunggulan Mesin Las Inverter untuk Listrik Rumah 900 Watt

3. Pilih Kawat Las yang Sesuai dengan Mesin Las

Mesin las juga memengaruhi jenis elektroda yang dapat digunakan secara optimal.

Mesin Las Inverter

Mesin las inverter menghasilkan arus yang lebih stabil sehingga cocok digunakan dengan elektroda:

  • E6013
  • E7018
  • E6011 (pada beberapa mesin tertentu)

Karena penyalaan busurnya lebih mudah, mesin inverter menjadi pilihan banyak pengguna rumahan maupun bengkel.

Mesin Las Trafo

Mesin las trafo umumnya lebih cocok menggunakan elektroda E6013 karena karakteristik busurnya lebih mudah dinyalakan meskipun arus tidak selalu stabil.

4. Perhatikan Jenis Lapisan (Flux) Kawat Las

Jenis lapisan (flux) pada kawat las sangat mempengaruhi kemudahan penyalaan busur, perlindungan kolam las, dan kualitas hasil akhir pengelasan. Misalnya, kawat E6013 lebih mudah digunakan karena busurnya stabil dan slag mudah dibersihkan sehingga ideal untuk pemula, sedangkan E7018 menghasilkan sambungan yang lebih kuat namun membutuhkan kontrol dan teknik yang lebih baik. 

Banyak pemula gagal bukan karena teknik yang salah, melainkan karena memilih kawat las dengan karakteristik yang terlalu menuntut keterampilan tinggi.

Baca juga artikel kami tentang penyebab hasil las listrik tidak menempel kuat

5. Tujuan Pengelasan Menentukan Pilihan Kawat

Tujuan pengelasan sangat menentukan pilihan kawat las, sehingga sebelum mengelas perlu menanyakan apakah sambungan tersebut menahan beban atau hanya untuk kebutuhan ringan, serta apakah akan terkena getaran atau panas. 

Untuk pekerjaan seperti pagar, rak, atau rangka ringan, kawat las standar umumnya sudah mencukupi, sedangkan untuk struktur yang menahan beban diperlukan kawat las dengan kekuatan tarik lebih tinggi agar sambungan tetap kuat dan aman. 

FAQ

1. Berapa ukuran kawat las untuk besi tipis seperti holo agar tidak mudah jebol?

Ukuran kawat las untuk besi tipis (ketebalan 1–2 mm) yang paling ideal adalah diameter 2.0 mm hingga 2.6 mm. Menggunakan diameter kecil bertujuan agar energi panas dari busur las tidak berlebihan sehingga material tidak bolong.

2. Apa jenis kawat las untuk besi hollow tipis yang paling bagus untuk pagar?

Jenis kawat las yang direkomendasikan untuk kawat las untuk besi hollow tipis adalah tipe E6013 dengan diameter 2.0 mm. Kawat tipe ini menghasilkan busur api yang stabil, minim percikan (spatter), dan sangat mudah dikontrol oleh pemula.

3. Berapa rekomendasi ukuran kawat las untuk besi tebal struktural?

Ukuran kawat las untuk besi tebal (ketebalan di atas 5 mm atau 6 mm) wajib menggunakan diameter 3.2 mm hingga 4.0 mm. Ukuran kawat yang besar menjamin pencairan logam pengisi dapat menghasilkan penetrasi sambungan yang dalam dan kokoh.

4. Apa saja merek kawat las terbaik di pasaran untuk pengerjaan las besi?

Beberapa merek kawat las terbaik yang populer dan dipercaya oleh welder di Indonesia untuk mengelas besi adalah Nikko Steel (seperti varian tipe RD-260 / E6013), Kobe Steel (LB-52 / E7018 untuk kekuatan tinggi), serta Esab dan Chosun.

5. Jenis kawat las apa yang cocok digunakan sebagai kawat las untuk besi hollow galvanis?

Untuk kawat las untuk besi hollow galvanis (plat dengan lapisan anti-karat zinc), Anda tetap bisa menggunakan kawat tipe E6013. Namun, pastikan mengupas atau menyikat lapisan galvanis di area sambungan terlebih dahulu agar tidak memicu cacat las keropos (porosity) akibat penguapan lapisan zinc.

Penutup

Cara memilih kawat las untuk besi dimulai dari mengenali jenis material, menyesuaikan diameter elektroda dengan ketebalan besi, serta memilih tipe elektroda yang sesuai dengan mesin las dan kebutuhan pekerjaan. Untuk sebagian besar pekerjaan seperti pagar, besi hollow, dan rangka ringan, E6013 sudah menjadi pilihan yang tepat. Sementara itu, pekerjaan struktural yang menahan beban lebih cocok menggunakan E7018.

B2B ad
Written by:

Acsyara

SEO Specialist dengan pengalaman 3+ tahun dalam optimasi On-Page, Technical SEO, dan arsitektur konten untuk memaksimalkan performa website.

Reviewed by:

Ichwan

Praktisi dan pemilik Jaya Pratama Teknik dengan pengalaman 20+ tahun di industri alat teknik. Berfokus pada pengawasan mutu dan memastikan setiap ulasan akurat secara standar teknis.

Artikel Terkait
10 Jenis Cacat Las dan Cara Mengatasinya

10 Jenis Cacat Las dan Cara Mengatasinya

Hasil las yang terlihat rapi belum tentu memiliki kekuatan yang baik. Dalam banyak kasus, sambungan las mengalami cacat yang tidak selalu terlihat dari luar. Jika dibiarkan, cacat las dapat menurunkan kekuatan sambungan, mempercepat korosi, bahkan menyebabkan kegagalan struktur pada pagar,...

Jenis Sambungan Las Pengertian, Fungsi, dan Cara Memilihnya

5 Jenis Sambungan Las dan Cara Memilihnya

Banyak welder pemula fokus pada mesin las dan kawat yang dipakai, tapi lupa bahwa kekuatan hasil pengelasan dimulai jauh sebelum trigger ditekan: dari pemilihan konfigurasi sambungan yang tepat. Sambungan yang salah bisa membuat hasil las yang secara visual terlihat bagus,...

Fungsi Flap Disc untuk Finishing Las

Fungsi Flap Disc untuk Finishing Las dan Cara Menggunakannya

Menghaluskan hasil lasan (welding) sering kali menjadi fase yang paling memakan waktu dan menguras tenaga dalam proyek fabrikasi logam. Menggunakan batu konvensional memang cepat untuk mengikis material keras, tetapi sering kali meninggalkan goresan dalam (gouging) yang merusak permukaan logam. Akibatnya,...

helm las auto darkening

Kenapa Welder Menggunakan Helm Las Auto Darkening?

Dalam dunia perbengkelan, fabrikasi logam, hingga proyek woodworking yang melibatkan rangka besi, keselamatan kerja adalah prioritas nomor satu. Banyak pemula mengira bahwa pelindung wajah saat mengelas cukup menggunakan kacamata hitam biasa atau tameng las pegangan konvensional. Padahal, paparan radiasi sinar...

Penyebab Hasil Las Listrik Tidak Menempel Kuat

Penyebab Hasil Las Listrik Tidak Menempel Kuat

Hasil las listrik yang tampak rapi namun mudah lepas merupakan masalah yang umum terjadi pada bengkel maupun proyek rumahan. Banyak orang langsung menyalahkan teknik tangan, padahal dalam praktiknya, kekuatan las ditentukan oleh kombinasi pengaturan mesin, kondisi material, dan pemilihan kawat....

Konsultasi Sekarang