Memilih kawat las untuk besi tidak boleh hanya berdasarkan harga atau merek. Jenis besi, ketebalan material, hingga mesin las yang digunakan akan menentukan apakah sambungan las kuat atau justru mudah retak.
Secara umum, kawat las E6013 merupakan pilihan terbaik untuk besi karbon rendah seperti besi hollow, plat hitam, dan rangka pagar karena mudah digunakan serta menghasilkan busur yang stabil. Sementara itu, untuk struktur yang menerima beban berat biasanya digunakan E7018 yang memiliki kekuatan tarik lebih tinggi.
Dengan memahami karakteristik material yang akan dilas, Anda dapat memilih elektroda yang tepat sehingga hasil las lebih kuat, rapi, dan minim cacat.
1. Kenali Jenis Besi yang Akan Dilas
Hal pertama yang harus diperhatikan adalah jenis materialnya.
Karena setiap jenis besi memiliki karakteristik yang berbeda, kebutuhan elektroda pun tidak sama.
| Jenis Besi | Rekomendasi Kawat Las |
|---|---|
| Besi hollow | E6013 |
| Plat hitam | E6013 |
| Baja karbon rendah | E6013 |
| Baja karbon sedang | E7018 |
| Baja struktural | E7018 |
| Besi galvanis | E6013 (lapisan galvanis dibersihkan terlebih dahulu) |
Untuk sebagian besar pekerjaan rumah, pagar, kanopi, rak besi, dan rangka ringan, elektroda E6013 sudah lebih dari cukup.
Sedangkan untuk konstruksi yang menahan beban atau menerima getaran tinggi, elektroda E7018 lebih direkomendasikan karena menghasilkan sambungan yang lebih kuat.
Baca juga : 10 Jenis Cacat Las dan Cara Mengatasinya
2. Sesuaikan Diameter Kawat Las dengan Ketebalan Besi
Diameter kawat las sangat mempengaruhi panas, penetrasi, dan kontrol pengelasan. Prinsip dasarnya, ukuran kawat las harus disesuaikan dengan ketebalan besi agar hasil las tidak bolong namun tetap kuat secara struktur.
Untuk pekerjaan ringan, ukuran kawat las untuk besi tipis sebaiknya menggunakan diameter kecil agar panas tidak berlebihan. Besi tipis, termasuk besi hollow tipis, tidak mampu menahan panas tinggi sehingga memerlukan kawat yang lebih kecil dan mudah dikontrol.
Sebaliknya, ukuran kawat las untuk besi tebal harus lebih besar karena material tebal menyerap panas lebih banyak dan membutuhkan penetrasi yang cukup dalam agar sambungan benar-benar menyatu.
Contoh:
- Plat 1–2 mm → kawat Ø 2.0 – 2.6 mm
- Plat 3–5 mm → kawat Ø 2.6 – 3.2 mm
- Plat > 6 mm → kawat Ø 3.2 – 4.0 mm
Jika kawat terlalu besar, besi tipis bolong, percikan berlebihan dan sulit dikontrol, jika kawat terlalu kecil, sambungan tampak rapi tapi tidak tembus dan kekuatan las rendah.
Baca juga : Keunggulan Mesin Las Inverter untuk Listrik Rumah 900 Watt
3. Pilih Kawat Las yang Sesuai dengan Mesin Las
Mesin las juga memengaruhi jenis elektroda yang dapat digunakan secara optimal.
Mesin Las Inverter
Mesin las inverter menghasilkan arus yang lebih stabil sehingga cocok digunakan dengan elektroda:
- E6013
- E7018
- E6011 (pada beberapa mesin tertentu)
Karena penyalaan busurnya lebih mudah, mesin inverter menjadi pilihan banyak pengguna rumahan maupun bengkel.
Mesin Las Trafo
Mesin las trafo umumnya lebih cocok menggunakan elektroda E6013 karena karakteristik busurnya lebih mudah dinyalakan meskipun arus tidak selalu stabil.
4. Perhatikan Jenis Lapisan (Flux) Kawat Las
Jenis lapisan (flux) pada kawat las sangat mempengaruhi kemudahan penyalaan busur, perlindungan kolam las, dan kualitas hasil akhir pengelasan. Misalnya, kawat E6013 lebih mudah digunakan karena busurnya stabil dan slag mudah dibersihkan sehingga ideal untuk pemula, sedangkan E7018 menghasilkan sambungan yang lebih kuat namun membutuhkan kontrol dan teknik yang lebih baik.
Banyak pemula gagal bukan karena teknik yang salah, melainkan karena memilih kawat las dengan karakteristik yang terlalu menuntut keterampilan tinggi.
Baca juga artikel kami tentang penyebab hasil las listrik tidak menempel kuat
5. Tujuan Pengelasan Menentukan Pilihan Kawat
Tujuan pengelasan sangat menentukan pilihan kawat las, sehingga sebelum mengelas perlu menanyakan apakah sambungan tersebut menahan beban atau hanya untuk kebutuhan ringan, serta apakah akan terkena getaran atau panas.
Untuk pekerjaan seperti pagar, rak, atau rangka ringan, kawat las standar umumnya sudah mencukupi, sedangkan untuk struktur yang menahan beban diperlukan kawat las dengan kekuatan tarik lebih tinggi agar sambungan tetap kuat dan aman.
FAQ
1. Berapa ukuran kawat las untuk besi tipis seperti holo agar tidak mudah jebol?
Ukuran kawat las untuk besi tipis (ketebalan 1–2 mm) yang paling ideal adalah diameter 2.0 mm hingga 2.6 mm. Menggunakan diameter kecil bertujuan agar energi panas dari busur las tidak berlebihan sehingga material tidak bolong.
2. Apa jenis kawat las untuk besi hollow tipis yang paling bagus untuk pagar?
Jenis kawat las yang direkomendasikan untuk kawat las untuk besi hollow tipis adalah tipe E6013 dengan diameter 2.0 mm. Kawat tipe ini menghasilkan busur api yang stabil, minim percikan (spatter), dan sangat mudah dikontrol oleh pemula.
3. Berapa rekomendasi ukuran kawat las untuk besi tebal struktural?
Ukuran kawat las untuk besi tebal (ketebalan di atas 5 mm atau 6 mm) wajib menggunakan diameter 3.2 mm hingga 4.0 mm. Ukuran kawat yang besar menjamin pencairan logam pengisi dapat menghasilkan penetrasi sambungan yang dalam dan kokoh.
4. Apa saja merek kawat las terbaik di pasaran untuk pengerjaan las besi?
Beberapa merek kawat las terbaik yang populer dan dipercaya oleh welder di Indonesia untuk mengelas besi adalah Nikko Steel (seperti varian tipe RD-260 / E6013), Kobe Steel (LB-52 / E7018 untuk kekuatan tinggi), serta Esab dan Chosun.
5. Jenis kawat las apa yang cocok digunakan sebagai kawat las untuk besi hollow galvanis?
Untuk kawat las untuk besi hollow galvanis (plat dengan lapisan anti-karat zinc), Anda tetap bisa menggunakan kawat tipe E6013. Namun, pastikan mengupas atau menyikat lapisan galvanis di area sambungan terlebih dahulu agar tidak memicu cacat las keropos (porosity) akibat penguapan lapisan zinc.
Penutup
Cara memilih kawat las untuk besi dimulai dari mengenali jenis material, menyesuaikan diameter elektroda dengan ketebalan besi, serta memilih tipe elektroda yang sesuai dengan mesin las dan kebutuhan pekerjaan. Untuk sebagian besar pekerjaan seperti pagar, besi hollow, dan rangka ringan, E6013 sudah menjadi pilihan yang tepat. Sementara itu, pekerjaan struktural yang menahan beban lebih cocok menggunakan E7018.







