d052102450c4293acc3a3da7aff8b82e
d052102450c4293acc3a3da7aff8b82e

Cara Menggunakan Tang Ampere dengan Benar

cara menggunakan tang ampere

Tang ampere atau clamp meter adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur arus tanpa harus memutus kabel dari rangkaian. Cara kerjanya sederhana: rahang tang mengelilingi penghantar, kemudian alat membaca medan magnet yang terbentuk akibat aliran arus.

Meski terlihat mudah, penggunaan tang ampere tidak cukup hanya dengan menjepit kabel lalu membaca angka pada layar. Kesalahan memilih mode pengukuran, menjepit lebih dari satu penghantar, atau menggunakan rentang ukur yang tidak sesuai dapat membuat hasil pembacaan keliru dan dalam kondisi tertentu membahayakan pengguna.

Karena itu, cara menggunakan tang ampere perlu disesuaikan dengan jenis pengukuran yang dilakukan. Berikut langkah-langkahnya.

tokojpt

Apa yang Bisa Diukur dengan Tang Ampere?

Fungsi utama tang ampere adalah mengukur arus listrik (ampere) tanpa melepas atau memutus kabel. Namun, tergantung modelnya, tang ampere juga dapat digunakan untuk mengukur tegangan AC/DC, resistansi, kontinuitas, kapasitansi, frekuensi, bahkan temperatur.

Untuk pengukuran arus, keunggulan utama tang ampere dibanding multimeter biasa adalah pengguna tidak perlu memasukkan alat ukur secara seri ke dalam rangkaian.

Sebagai contoh, ketika ingin mengetahui arus yang digunakan sebuah motor listrik, penghantar dapat dijepit menggunakan rahang tang ampere. Alat kemudian menunjukkan nilai arus yang mengalir.

Kemampuan ini membuat tang ampere banyak digunakan untuk maintenance panel listrik, pemeriksaan motor, instalasi listrik, AC, pompa, genset, dan berbagai peralatan industri.

Baca juga : Jenis-Jenis Obeng Beserta Fungsi dan Kegunaannya

Cara Menggunakan Tang Ampere

Sebelum melakukan pengukuran, pastikan tang ampere berada dalam kondisi baik dan memiliki rentang pengukuran yang sesuai. Periksa juga isolasi kabel serta rahang penjepit untuk memastikan tidak terdapat kerusakan.

1. Periksa kondisi tang ampere

Pastikan layar, tombol, selector, dan rahang tang bekerja normal. Jika menggunakan tang ampere digital, periksa kondisi baterainya.

Jangan menggunakan alat dengan casing retak, rahang rusak, atau bagian isolasi yang sudah terkelupas ketika melakukan pengukuran listrik bertegangan.

2. Tentukan jenis arus yang akan diukur

Perhatikan apakah rangkaian menggunakan arus AC atau DC.

Arus AC umumnya ditemukan pada instalasi listrik rumah, gedung, motor AC, dan berbagai peralatan listrik. Sementara itu, arus DC banyak ditemukan pada baterai, sistem kelistrikan kendaraan, panel surya, dan rangkaian elektronik tertentu.

Pada selector tang ampere biasanya terdapat pilihan A~ untuk arus AC dan A⎓ atau simbol DC untuk arus searah.

Kesalahan memilih mode ini dapat menyebabkan hasil pengukuran tidak sesuai.

3. Pilih rentang pengukuran

Jika tang ampere memiliki pilihan rentang seperti 20 A, 200 A, atau 600 A, pilih rentang yang mampu menampung perkiraan arus yang akan diukur.

Jika belum mengetahui besar arusnya, gunakan rentang yang lebih tinggi terlebih dahulu. Setelah mendapatkan perkiraan nilai arus, rentang dapat diturunkan agar pembacaan lebih presisi jika diperlukan.

Pada alat yang memiliki fitur auto range, pengguna cukup memilih fungsi arus dan alat akan menentukan rentang secara otomatis.

4. Buka rahang tang ampere

Tekan pemicu pada tang ampere untuk membuka rahangnya.

Pastikan penghantar yang akan diukur dapat dijepit tanpa memaksa rahang. Jangan memasukkan beberapa kabel sekaligus jika tujuan pengukuran adalah mengetahui arus pada satu penghantar.

5. Jepit satu penghantar

Ini bagian yang paling sering membuat hasil pengukuran tang ampere keliru.

Jepit hanya satu penghantar yang dialiri arus.

Pada kabel AC yang memiliki penghantar fase dan netral, misalnya, jangan menjepit keduanya sekaligus jika ingin mengetahui arus yang mengalir pada satu jalur.

Jika fase dan netral dijepit bersamaan, medan magnet dari keduanya dapat saling meniadakan sehingga pembacaan tang ampere menjadi sangat kecil atau bahkan mendekati nol.

Jadi, bukan berarti tang ampere tidak berfungsi. Posisi penghantarnya yang salah.

6. Pastikan rahang tertutup sempurna

Setelah penghantar berada di tengah rahang, lepaskan pemicu secara perlahan hingga rahang tertutup.

Pastikan tidak ada celah besar di antara kedua bagian rahang. Posisi penghantar juga sebaiknya berada di bagian tengah agar pengukuran lebih stabil.

7. Baca hasil pengukuran

Tunggu beberapa saat hingga angka pada layar stabil. Nilai yang muncul menunjukkan arus yang sedang melewati penghantar tersebut.

Misalnya layar menunjukkan 8,5 A, berarti arus yang terukur pada penghantar tersebut sekitar 8,5 ampere.

Jika angka berubah-ubah, hal tersebut belum tentu menunjukkan kerusakan alat. Beban listrik memang dapat berubah sesuai kondisi kerja peralatan.

Motor yang sedang beroperasi, misalnya, dapat mengalami perubahan arus ketika beban mekanisnya berubah.

Baca juga : Jenis Jenis Baut dan Fungsinya

Cara Menggunakan Tang Ampere untuk Mengukur Arus Motor

Tang ampere sangat berguna untuk memeriksa kondisi motor listrik.

Untuk melakukannya, pilih mode arus yang sesuai dengan sistem kelistrikan motor. Kemudian jepit salah satu penghantar fase dan baca arus yang ditampilkan.

Pada motor tiga fase, pengukuran dapat dilakukan pada masing-masing fase secara bergantian. Hasilnya kemudian dapat dibandingkan.

Jika arus antar-fase menunjukkan perbedaan yang cukup besar, kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut. Penyebabnya dapat berasal dari ketidakseimbangan beban, masalah koneksi, suplai listrik, atau kondisi motor.

Namun, jangan langsung menyimpulkan motor rusak hanya berdasarkan satu hasil pengukuran. Arus motor juga dipengaruhi oleh beban yang sedang diterima saat pengukuran.

Baca juga : Alat Bengkel Lengkap dan Fungsinya

Cara Menggunakan Tang Ampere untuk Mengukur Tegangan

Beberapa tang ampere juga berfungsi sebagai multimeter sehingga dapat digunakan untuk mengukur tegangan.

Berbeda dengan pengukuran arus menggunakan rahang, pengukuran tegangan biasanya menggunakan probe.

Atur selector ke mode tegangan sesuai kebutuhan, misalnya AC voltage atau DC voltage. Kemudian hubungkan probe ke dua titik pengukuran yang ingin dibandingkan.

Untuk pengukuran listrik bertegangan tinggi, jangan menyentuh bagian logam probe dan pastikan kategori keselamatan alat sesuai dengan instalasi yang sedang diperiksa.

Jika kebutuhan utama Anda adalah pengukuran tegangan, jangan menganggap semua tang ampere memiliki kemampuan dan tingkat akurasi yang sama. Periksa spesifikasi alat sebelum digunakan.

Baca juga : 20 Jenis Kunci Bengkel dan Fungsinya

Tips Agar Hasil Pengukuran Lebih Akurat

Akurasi pengukuran tidak hanya ditentukan oleh kualitas tang ampere. Teknik penggunaannya juga berpengaruh.

Usahakan penghantar berada di tengah rahang dan jangan menggoyangkan alat selama pembacaan. Untuk pengukuran yang membutuhkan perbandingan, lakukan pengukuran pada kondisi beban yang relatif sama.

Jika tang ampere memiliki fitur zero atau relative, gunakan sesuai petunjuk pabrik sebelum mengukur arus, terutama pada model yang mendukung pengukuran DC.

Selain itu, perhatikan batas maksimum arus yang dapat diukur alat. Jangan menganggap tang ampere dengan ukuran fisik besar otomatis dapat mengukur semua jenis arus.

B2B ad
Artikel Terkait
fungsi klem

Fungsi Klem: Pengertian, Jenis, Cara Kerjanya

Bagi Anda yang sering berkutat di bengkel otomotif, workshop pertukangan kayu (woodworking), proyek instalasi pipa, hingga lini fabrikasi las logam, nama klem tentu sudah tidak asing lagi. Meskipun bentuk alat perkakas ini terbilang sederhana dan sering kali dianggap sebagai “alat...

Alat Bengkel Lengkap dan Fungsinya

Alat Bengkel Lengkap dan Fungsinya

Pekerjaan bengkel sering terasa lambat, hasil kurang presisi, atau bahkan merusak komponen. Masalah ini biasanya bukan karena skill, tapi karena alat yang digunakan tidak tepat. Banyak pengguna hanya mengandalkan tools seadanya tanpa memahami fungsi dan kategori alat bengkel secara menyeluruh....

Jenis Gergaji dan Fungsinya

Jenis Gergaji dan Fungsinya

Memilih gergaji tidak cukup hanya berdasarkan ukuran atau bentuknya. Setiap jenis gergaji memiliki karakter mata gergaji, mekanisme kerja, dan fungsi yang berbeda. Menggunakan gergaji yang tidak sesuai dapat membuat proses pemotongan lebih lambat, hasil potongan kurang rapi, bahkan meningkatkan risiko...

jenis jenis baut

Jenis Jenis Baut dan Fungsinya

Baut merupakan salah satu komponen pengikat mekanis (fastener) paling vital yang digunakan di hampir semua sektor industri. Anda dapat menemukannya pada struktur konstruksi jembatan, komponen mesin pabrik, komponen otomotif, perangkat elektronik, hingga furnitur rumah tangga. Meskipun bentuk geometrisnya terlihat sederhana,...

Jenis Kunci Bengkel dan Fungsinya

20 Jenis Kunci Bengkel dan Fungsinya

Baut dol, mur susah dilepas, atau pekerjaan jadi lama. Masalah ini sering terjadi karena penggunaan kunci bengkel yang tidak tepat. Banyak pengguna hanya mengandalkan satu jenis kunci untuk semua pekerjaan, padahal setiap kunci memiliki fungsi spesifik. Kesalahan ini bukan hanya...