Multimeter digital adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur tegangan (Volt), arus (Ampere), hambatan (Ohm), serta melakukan pengecekan kontinuitas dan beberapa fungsi pengujian lainnya. Cara menggunakan multimeter digital yang benar adalah dengan memilih mode pengukuran yang sesuai, memasang probe pada terminal yang tepat, lalu menghubungkan probe ke objek yang akan diukur sesuai prosedur pengukuran.
Kesalahan memilih mode atau memasang probe dapat menyebabkan hasil ukur tidak akurat, sekring multimeter putus, bahkan merusak alat ukur maupun perangkat yang sedang diperiksa.
Pada artikel ini Anda akan mempelajari langkah-langkah menggunakan multimeter digital mulai dari mengenali bagian-bagiannya, mengukur tegangan AC/DC, arus, resistansi, hingga melakukan uji kontinuitas dengan aman.
Bagian-Bagian Multimeter Digital
Sebelum melakukan pengukuran, kenali terlebih dahulu komponen utama pada multimeter digital.
Layar Digital
Berfungsi menampilkan hasil pengukuran secara langsung.
Selector Switch (Knob Putar)
Digunakan untuk memilih fungsi pengukuran seperti:
- Tegangan DC (V⎓)
- Tegangan AC (V~)
- Hambatan (Ω)
- Arus (A atau mA)
- Continuity Test
- Diode Test
Terminal COM
Terminal negatif yang selalu digunakan untuk probe hitam.
Terminal VΩ
Digunakan untuk pengukuran:
- Tegangan
- Hambatan
- Dioda
- Kontinuitas
Probe merah dipasang pada terminal ini untuk fungsi-fungsi tersebut.
Terminal mA atau μA
Digunakan ketika mengukur arus listrik kecil.
Terminal 10A atau 20A
Digunakan untuk mengukur arus listrik yang lebih besar sesuai kapasitas multimeter.
Sebelum mulai mengukur, selalu pastikan posisi probe sesuai dengan jenis pengukuran yang akan dilakukan. Kesalahan pemasangan probe merupakan penyebab paling umum kerusakan multimeter.
Baca juga : Bagian Bagian Mikrometer Sekrup, Fungsi, dan Jenisnya
Cara Menggunakan Multimeter Digital untuk Mengukur Tegangan DC
Pengukuran tegangan DC biasanya dilakukan pada:
- aki kendaraan
- baterai
- adaptor DC
- power supply
- panel surya
Langkah-langkah
- Pasang probe hitam pada terminal COM.
- Pasang probe merah pada terminal VΩ.
- Putar selector ke posisi V DC (V⎓).
- Pilih rentang pengukuran apabila multimeter belum Auto Range.
- Tempelkan probe hitam pada kutub negatif.
- Tempelkan probe merah pada kutub positif.
- Baca hasil pada layar.
Contoh:
Mengukur baterai 9 Volt.
Jika layar menunjukkan 9.12 V, berarti baterai masih dalam kondisi baik.
Cara Menggunakan Multimeter Digital untuk Mengukur Tegangan AC
Mode ini digunakan untuk mengukur sumber listrik seperti:
- stop kontak
- instalasi rumah
- panel listrik
- genset
Langkah-langkah
- Pasang probe seperti pengukuran tegangan DC.
- Putar selector ke posisi V~ (AC Voltage).
- Pilih rentang yang lebih tinggi dari tegangan yang akan diukur.
- Tempelkan kedua probe pada dua titik sumber listrik.
- Amati nilai yang muncul.
Sebagai contoh, stop kontak rumah di Indonesia umumnya menunjukkan tegangan sekitar 220–230 Volt AC.
Jangan menyentuh bagian logam pada ujung probe saat melakukan pengukuran tegangan AC karena berisiko tersengat listrik.
Cara Mengukur Hambatan (Ohm)
Pengukuran hambatan dilakukan untuk mengetahui kondisi suatu komponen atau kabel.
Langkah-langkah
- Pastikan komponen tidak terhubung dengan sumber listrik.
- Pasang probe hitam pada COM.
- Pasang probe merah pada terminal VΩ.
- Putar selector ke posisi Ω.
- Tempelkan kedua probe pada kedua ujung komponen.
- Baca hasil resistansi.
Sebagai contoh, resistor 1 kΩ biasanya akan menunjukkan nilai mendekati 1000 Ω.
Jika layar hanya menampilkan OL, berarti hambatan terlalu besar atau rangkaian terbuka.
Cara Menggunakan Multimeter Digital untuk Mengukur Arus Listrik
Berbeda dengan pengukuran tegangan, pengukuran arus harus dilakukan secara seri dengan rangkaian.
Langkah-langkah
- Pindahkan probe merah ke terminal mA atau 10A sesuai perkiraan arus.
- Putar selector ke posisi A atau mA.
- Putuskan salah satu jalur rangkaian.
- Hubungkan multimeter di antara jalur tersebut.
- Nyalakan rangkaian.
- Baca hasil pengukuran.
Jangan pernah mengukur arus dengan cara menempelkan probe langsung ke kutub positif dan negatif seperti saat mengukur tegangan karena dapat menyebabkan korsleting dan merusak multimeter.
Cara Menggunakan Mode Continuity (Buzzer)
Mode continuity digunakan untuk memeriksa apakah dua titik masih saling terhubung secara listrik.
Fitur ini sering digunakan untuk memeriksa:
- kabel putus
- jalur PCB
- saklar
- sekring
Langkah-langkah
- Putar selector ke simbol buzzer atau continuity.
- Tempelkan kedua probe pada dua titik yang ingin diperiksa.
- Dengarkan bunyi buzzer.
Jika terdengar bunyi “beep”, berarti jalur masih tersambung.
Jika tidak ada bunyi, kemungkinan kabel atau jalur sudah putus.
Cara Menguji Dioda Menggunakan Multimeter Digital
Sebagian besar multimeter digital memiliki fitur Diode Test.
Langkah-langkah
- Putar selector ke simbol dioda.
- Tempelkan probe merah pada anoda.
- Tempelkan probe hitam pada katoda.
Jika dioda masih baik, layar biasanya menunjukkan nilai sekitar 0,5 – 0,8 Volt tergantung jenis dioda.
Apabila layar menunjukkan OL pada kedua arah atau 0 pada kedua arah, kemungkinan dioda mengalami kerusakan.
Tips Agar Hasil Pengukuran Lebih Akurat
Agar multimeter memberikan hasil pengukuran yang konsisten, lakukan beberapa hal berikut:
- gunakan probe yang masih dalam kondisi baik
- pastikan baterai multimeter tidak lemah
- pilih mode pengukuran yang sesuai
- jangan menyentuh ujung logam probe saat mengukur
- simpan multimeter di tempat yang kering
- lakukan kalibrasi berkala jika digunakan untuk pekerjaan presisi
Baca juga : Cara Baca Jangka Sorong dengan Benar & Akurat
FAQ
Apakah multimeter digital bisa digunakan untuk mengukur listrik rumah?
Bisa. Gunakan mode AC Voltage (V~) dan pastikan probe terpasang pada terminal COM dan VΩ.
Apa perbedaan mode AC dan DC?
Mode AC digunakan untuk mengukur listrik bolak-balik seperti listrik PLN, sedangkan mode DC digunakan untuk baterai, aki, adaptor, atau power supply.
Mengapa layar multimeter menunjukkan “OL”?
“OL” menunjukkan nilai berada di luar batas pengukuran atau rangkaian terbuka, tergantung mode yang digunakan.
Apakah aman mengukur tegangan tanpa menggunakan sarung tangan?
Untuk keselamatan, gunakan APD yang sesuai dan hindari menyentuh bagian logam probe saat mengukur tegangan.
Mengapa hasil pengukuran berubah-ubah?
Hal ini dapat disebabkan oleh koneksi probe yang kurang baik, baterai multimeter lemah, atau objek yang diukur memang memiliki tegangan yang tidak stabil.







