Cara mengukur bearing adalah dengan mengukur tiga dimensi utamanya, yaitu diameter dalam (Inner Diameter/ID), diameter luar (Outer Diameter/OD), dan ketebalan (Width) menggunakan jangka sorong. Setelah mendapatkan ketiga ukuran tersebut, Anda bisa mencocokkannya dengan tabel ukuran bearing standar untuk mengetahui kode bearing yang sesuai.
Cara ini sangat berguna ketika kode bearing sudah aus, hilang, atau tidak terbaca sehingga Anda tetap bisa membeli bearing pengganti dengan ukuran yang tepat.
Kesalahan memilih ukuran bearing dapat menyebabkan poros longgar, putaran tidak stabil, hingga mempercepat kerusakan mesin. Oleh karena itu, sebelum membeli bearing baru, pastikan Anda mengetahui cara mengukurnya dengan benar.
Artikel ini membahas secara lengkap komponen bearing, jenis bearing, cara membaca kode bearing, hingga cara mengukur bearing dengan benar.
Apa Saja Ukuran Bearing yang Harus Diukur?
Saat ingin mengganti bearing, Anda tidak perlu membongkar atau memahami seluruh komponen di dalamnya. Yang terpenting adalah mengetahui tiga dimensi utama bearing, yaitu:
1. Diameter Dalam (Inner Diameter / ID)
Diameter dalam merupakan ukuran lubang bearing yang dipasang pada poros (shaft). Ukuran ini menentukan apakah bearing dapat terpasang dengan pas pada poros mesin.
2. Diameter Luar (Outer Diameter / OD)
Diameter luar adalah ukuran bagian terluar bearing yang akan masuk ke housing atau dudukan bearing. Jika ukurannya tidak sesuai, bearing tidak akan bisa dipasang dengan benar.
3. Ketebalan Bearing (Width)
Ketebalan atau lebar bearing memengaruhi posisi bearing di dalam housing. Bearing yang terlalu tipis atau terlalu tebal dapat menyebabkan posisi poros bergeser dan mempercepat keausan komponen.
Ketiga ukuran inilah yang nantinya digunakan untuk menentukan kode bearing, baik saat membeli secara langsung di toko maupun saat mencari spesifikasi secara online.
Baca juga : Bagian Bagian Mikrometer Sekrup
Cara Baca Kode Bearing
Kode bearing sebenarnya menyimpan informasi lengkap mengenai ukuran dan spesifikasi bearing.
Contoh kode:
6205
Mari kita pecah satu per satu.
Digit Pertama
Menunjukkan jenis bearing.
Contoh:
- 6 = Deep Groove Ball Bearing
- 7 = Angular Contact Bearing
- 3 = Taper Roller Bearing
Digit Kedua
Menunjukkan seri atau kapasitas beban.
Semakin besar angka, umumnya semakin tebal dan kuat bearing tersebut.
Dua Digit Terakhir
Menunjukkan diameter bore (lubang dalam).
Rumus:
Diameter bore = angka × 5 mm
Contoh:
- 04 = 20 mm
- 05 = 25 mm
- 06 = 30 mm
- 07 = 35 mm
Bearing 6205 berarti memiliki diameter dalam 25 mm.
Kode Tambahan Bearing
ZZ
Shield logam di kedua sisi.
Contoh:
6205ZZ
2RS
Seal karet di kedua sisi.
Contoh:
6205-2RS
C3
Clearance internal lebih longgar.
Umumnya digunakan pada:
- Motor listrik
- Pompa
- Mesin dengan suhu tinggi
Baca juga : Cara Menggunakan Waterpass dengan Benar
Cara Mengukur Bearing dengan Jangka Sorong
Jangka sorong merupakan alat ukur yang paling direkomendasikan karena mampu mengukur diameter bearing dengan akurat hingga pecahan milimeter. Hindari menggunakan penggaris karena tingkat kesalahannya cukup besar.
1. Ukur Diameter Dalam (ID)
Gunakan rahang bagian dalam jangka sorong untuk mengukur lubang bearing.
Pastikan rahang menyentuh kedua sisi lubang tanpa menekan terlalu kuat agar hasil pengukuran tetap akurat.
Contoh hasil: 25 mm.
2. Ukur Diameter Luar (OD)
Selanjutnya gunakan rahang luar jangka sorong untuk mengukur bagian terluar bearing.
Pastikan posisi bearing lurus agar hasil ukur tidak meleset.
Contoh hasil: 52 mm.
3. Ukur Ketebalan Bearing
Letakkan bearing dalam posisi berdiri, kemudian ukur sisi sampingnya menggunakan rahang luar jangka sorong.
Contoh hasil: 15 mm.
4. Cocokkan dengan Tabel Bearing
Setelah mendapatkan ketiga ukuran tersebut, cocokkan dengan tabel ukuran bearing standar.
Contoh hasil pengukuran:
| Diameter Dalam | Diameter Luar | Ketebalan | Kode Bearing |
| 25 mm | 52 mm | 15 mm | 6205 |
Cara ini merupakan metode yang paling sering digunakan oleh teknisi ketika kode bearing sudah aus atau hilang.
Baca juga : Cara Baca Jangka Sorong
Cara Mengetahui Ukuran Bearing Jika Kode Sudah Hilang
Salah satu masalah yang paling sering ditemui adalah kode bearing sudah aus sehingga tidak lagi terbaca. Kondisi ini umum terjadi pada bearing yang sudah lama digunakan atau bekerja di lingkungan berdebu dan lembap.
Jika hal tersebut terjadi, Anda tetap bisa mengetahui ukuran bearing dengan langkah berikut:
- Lepaskan bearing dari mesin agar proses pengukuran lebih akurat.
- Ukur diameter dalam (ID), diameter luar (OD), dan ketebalan bearing menggunakan jangka sorong.
- Cocokkan hasil pengukuran dengan tabel ukuran bearing standar.
- Perhatikan juga jenis seal (ZZ atau 2RS) jika bearing menggunakan pelindung.
Sebagai contoh, jika hasil pengukuran menunjukkan:
- Diameter dalam: 25 mm
- Diameter luar: 52 mm
- Ketebalan: 15 mm
Maka bearing tersebut merupakan 6205.
Dengan cara ini Anda tetap dapat membeli bearing pengganti meskipun nomor bearing sudah tidak terbaca.
Baca juga : 20 Jenis Kunci Bengkel
FAQ
Apakah Bearing Bisa Diukur Tanpa Dilepas?
Pada beberapa kondisi, diameter luar bearing memang masih dapat diukur saat bearing masih terpasang di mesin. Namun hasilnya biasanya kurang akurat karena sebagian permukaan bearing tertutup oleh housing atau poros.
Jika tujuan Anda adalah membeli bearing pengganti, sebaiknya bearing dilepas terlebih dahulu agar tiga ukuran utama (ID, OD, dan ketebalan) dapat diukur secara lengkap.
Selain lebih akurat, cara ini juga membantu memastikan jenis seal dan kode tambahan bearing, seperti ZZ, 2RS, atau C3, yang sering kali tidak terlihat saat bearing masih terpasang.
Apakah semua bearing dengan diameter dalam sama bisa saling menggantikan?
Tidak. Diameter luar dan ketebalan juga harus sama.
Apa arti kode C3 pada bearing?
C3 menunjukkan clearance internal lebih besar dibanding standar, biasanya digunakan pada motor listrik dan mesin dengan suhu kerja tinggi.
Mana yang lebih baik, ZZ atau 2RS?
- ZZ cocok untuk putaran tinggi dan suhu tinggi.
- 2RS lebih baik untuk lingkungan berdebu atau lembap.
Apakah bearing bisa diukur tanpa dilepas?
Bisa untuk diameter luar tertentu, tetapi hasil paling akurat diperoleh setelah bearing dilepas.


