Bagi pemula yang baru terjun ke dunia perbengkelan atau fabrikasi logam, melihat barisan mata gerinda di rak toko perkakas mungkin bisa membingungkan. Bentuknya sekilas tampak mirip: lingkaran pipih dengan lubang di tengahnya. Padahal, setiap jenis batu gerinda memiliki racikan material abrasif, tingkat kekerasan, dan fungsi spesifik yang jauh berbeda.
Salah memilih jenis cakram potong bukan hanya membuat pekerjaan Anda menjadi lambat atau merusak permukaan material kerja. Lebih dari itu, memaksakan mata gerinda yang tidak sesuai kapasitasnya sangat berisiko memicu kecelakaan kerja fatal, seperti piringan pecah berkeping-keping saat berputar pada kecepatan belasan ribu RPM.
Agar proses pemotongan, pengikisan, maupun pemolesan di workshop Anda berjalan optimal dan aman, yuk pahami panduan lengkap mengenai ragam jenis batu gerinda serta tips menentukan pilihan terbaiknya berikut ini!
1. Batu Gerinda Potong (Cut-Off Wheel)
Ini adalah jenis piringan yang paling tipis (biasanya memiliki ketebalan 1 mm hingga 3 mm). Dirancang eksklusif untuk memotong material linear.
Fungsinya untuk memotong besi pipa, baja hollow, pelat stainless steel, dan besi siku. Karena konstruksinya yang tipis, jangan pernah menggunakan batu potong untuk mengikis permukaan logam. Tekanan dari samping akan membuat piringan ini langsung retak dan pecah.
2. Batu Gerinda Asah (Grinding Wheel)
Berkebalikan dengan batu potong, batu asah memiliki bodi yang jauh lebih tebal (rata-rata 4 mm hingga 6 mm).
Batu gerinda asah berfungsi untuk engikis permukaan logam, meratakan tonjolan sisa hasil pengelasan, dan membentuk sudut tajam pada besi konstruksi.
3. Batu Gerinda Flap Disc (Amplas Susun)
Flap disc adalah inovasi cerdas di mana lembaran-lembaran kertas amplas ditata secara tumpuk melingkar menyerupai kipas pada piringan kaku.
Batu gerinda flap disc berguna untuk menghaluskan permukaan kasar sekaligus membersihkan bekas las secara simultan. Hasil finishing-nya jauh lebih halus dan getaran mesin di tangan operator menjadi lebih minim.
4. Batu Gerinda Amplas (Fiber Disc)
Berupa piringan kertas amplas murni berbentuk lingkaran yang dalam aplikasinya wajib dipadukan dengan bantalan karet (backing pad) sebagai penopang.
Fungsinya untuk mengupas lapisan cat lama pada bodi mobil, menghilangkan karat tebal pada plat besi, dan menghaluskan sambungan kayu.
5. Sikat Kawat Gerinda (Wire Brush Wheel)
Piringan ini tidak menggunakan batu ataupun amplas, melainkan untaian kawat baja atau kuningan yang disusun rapat melingkar.
SIkat kawat gerinda berguna untuk Cleaning murni. Sangat ampuh membersihkan kerak sisa pembakaran, karat bandel, dan kotoran semen tanpa mengikis material logam induknya secara signifikan.
6. Diamond Wheel (Pisau Potong Keramik)
Sesuai namanya, bagian segmen pemotong pada piringan ini dilapisi dengan serbuk berlian sintetis super keras.
Diamond wheel berguna untuk memotong material non-logam berdensitas tinggi seperti keramik, granit, marmer, beton, dan batu alam.
7. Cup Wheel (Batu Gerinda Mangkuk)
Memiliki desain cembung menyerupai mangkuk, jenis ini umumnya dipasang pada mesin gerinda duduk atau mesin pemoles beton khusus.
Fungsinya untuk meratakan permukaan semen, menghaluskan lantai beton, atau mengikis sudut slab marmer yang tebal.
8. Mounted Point (Batu Gerinda Botol)
Merupakan batu gerinda berukuran mini dengan poros gagang silinder kecil. Biasanya dipasang pada mesin gerinda lurus (die grinder).
Mounted point berguna untuk melakukan proses pengamplasan atau pembentukan di area-area sempit yang tidak bisa dijangkau oleh gerinda tangan standar (seperti bagian dalam rongga pipa atau silinder mesin).
9. Batu Gerinda Poles (Polishing Disc)
Terbuat dari material lunak seperti kain flanel, wol kasar, atau busa padat.
Batu gerinda poles berfungsi untuk memoles permukaan logam (stainless steel, kuningan) atau bodi kendaraan menggunakan bantuan sabun/pasta poles (polishing compound) agar menghasilkan efek kilap cermin (mirror finish).
10. Green Stone (Batu Hijau Silicon Carbide)
Batu gerinda duduk kaku yang memiliki warna khas hijau terang karena berbasis material Silicon Carbide.
Fungsinya mengasah alat-alat potong berkerasan tinggi seperti mata bor carbide, pisau bubut, pahat semen, maupun material kaca.
Tips Memilih Batu Gerinda yang Tepat
Sebelum menekan tombol beli di toko teknik, pastikan Anda melakukan 4 pengecekan mendasar ini:
Kenali Jenis Material Kerja
Jangan gunakan batu berbahan Aluminium Oxide biasa untuk memotong stainless steel, karena piringan akan cepat habis akibat panas berlebih. Gunakan bahan minimal Zirconia.
Sesuaikan Ukuran Diameter Mesin
Jika spesifikasi mesin Anda adalah gerinda tangan ukuran 4 inci (100 mm), jangan pernah nekat memasang batu ukuran 5 atau 7 inci dengan melepas pelindung mata gerinda (guard). Hal ini sangat berbahaya!
Wajib Cek Batas Maksimum RPM
Periksa label angka RPM yang tertera di bodi batu gerinda. Pastikan nilai maksimum RPM batu tersebut sama dengan atau lebih tinggi dari kecepatan putaran mesin gerinda Anda. Jika RPM mesin lebih tinggi dari limit kekuatan batu, batu gerinda bisa hancur berantakan saat mesin dinyalakan.
Pahami Angka Kekasaran (Grit)
Angka grit kecil (seperti Grit 24 atau 36) menandakan butiran kasar untuk pengerjaan kikis cepat. Sedangkan angka grit besar (Grit 60 sampai 120) digunakan untuk pengerjaan finishing halus.







